Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-22 01:11:44【Resep Pembaca】399 orang sudah membaca
PerkenalanAnggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka berkunjung ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Kab

Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia,
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong kemandirian industri gula nasional dari hulu ke hilir demi mewujudkan swasembada gula serta Save Molases Nasional.
"Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia," kata Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka di Surabaya, Senin.
Save Molases Nasional sendiri merupakan sebuah target baru pemerintah Indonesia untuk mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan molases atau tetes tebu secara nasional khususnya dalam konteks industri gula dan ketahanan pangan.
Menurut Rieke, langkah pemerintah sudah cepat dalam merespons persoalan penyerapan gula petani yang sebelumnya terdapat sekitar 100 ribu ton gula petani yang belum terserap.
Baca juga: ESDM gandeng industri singkong hingga tebu genjot produksi etanol
Persoalan itu, kata dia, telah teratasi melalui koordinasi lintas kementerian serta DPR RI dan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan pimpinan Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto akhirnya berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga keluar anggaran dari kas negara sebanyak Rp1,5 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk menugaskan dua pabrik gula BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menyerap gula petani yang belum tertampung.
Ngak hanya itu, upaya diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang telah menghapus Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen terhadap penjualan gula petani sehingga meningkatkan daya saing dan menunjukkan keberpihakan terhadap produksi dalam negeri.
Baca juga: SGN: Harga gula Rp14.500 per kilogram jaga keberlanjutan petani tebu
Selain menyoroti aspek hilir gula, Rieke juga menegaskan pentingnya pengembangan produk turunan tebu salah satunya molases atau tetes tebu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menyebutkan, molases berpotensi menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, farmasi, kosmetik, dan energi baru terbarukan khususnya etanol.
“Karena pada 2027 kita akan menuju program E10,” kata Rieke.
Baca juga: Komisi VI DPR dan SGN pantau kesiapan industri bioenergi di Mojokerto
Suka(725)
Sebelumnya: BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
Selanjutnya: 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
Artikel Terkait
- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia
- Pemkab Lebak percepat penurunan stunting siapkan generasi emas
- Pemprov DKI harus jaga sanitasi kota terutama saat musim hujan
- BGN: Baru10 SPPG di Lebak memiliki SLHS, ditunggu akhir November
- Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya
- Ratusan siswa SMK Kandeman Batang keracunan makan program MBG
- Sentuhan inovasi berbasis tradisi di desa wisata Majalengka
- Kemendagri: Luwu Timur paling siap jalankan program MBG daerah 3T
- Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
- Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden
Resep Populer
Rekomendasi

KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat

Rendang, alasan HYDE balik lagi untuk konser di Jakarta!

PBB sebut situasi di Darfur Utara di Sudan masih "katastropik"

Wakil Ketua DPRD Bogor salurkan bantuan untuk korban longsor Bondongan

Kemendes: Kebutuhan Makan Bergizi Gratis diharapkan disuplai dari desa

Pengamat: Kopdes Merah Putih modal untuk bangun ekonomi berbasis lokal

Gubernur Jateng minta Festival Mangga Pemalang jadi kegiatan tahunan

Bakery ASEAN Talk 2025 Jakarta Ditutup dengan Sukses pada 28 Oktober